
2017
Kegiatan Workshop tentang Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi Pendidikan Ekonomi FPEB UPI, Telah bekerja sama dengan Forum Komunikasi Guru IPS Nasional Jawa Barat, Pada tanggal 18 Mei 2017, Diselenggarakan di Auditorium Museum Pendidikan Nasional UPI Bandung.
Dengan mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas Guru IPS Dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran IPS”.
Pembukaan kegiatan ini disampaikan oleh Prof.Dr.H. Agus Rahayu, M.P. Sebagai Dekan FPEB, Adapun beberapa nara sumber yang memberikan materi diantaranya adalah : Dr. Neti Budiwati,M.Si., Prof.Dr.H.Disman,MS., Prof.Dr.H.Eeng Ahmad,MS., Dr.Kusnaedi, MS., Dr.Ikaputera Waspada,MM.
Masing-masing narasumber memberikan materi sesuai dengan yang di ampunya, penuh keteladanan dalam pengetahuan yang dimiliki oleh para narasumber tersebut, sehingga dapat membawa kami kepada dunia pendidikan yang tiada pernah habis dimakan usia. Semangat yang diberikan narasumber memberikan dampak positif yang sangat signifikan kepada seluruh peserta yang mengikuti Workshop tersebut.
Dalam pertemuan tersebut disinggung beberapa permasalahan tentang fenomena yang terjadi pada saat ini, misalnya seperti, rendahnya nilai UKG IPS diakibatkan dari kurangnya pengetahuan dalam pemahaman pembelajaran, Salah satunya adalah guru kurang menguasai kata kunci yang seharusnya dapat dimengerti dalam setiap soal yang diberikan. Masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya, namun demikian guru dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran sebaik mungkin. Pemahaman peta konsep yang kurang dikuasai oleh sebagian guru, menjadikan satu kekurangan yang sangat mendasar, sebagai contoh dalam teknik pembacaan soal naskah ujian dalam kegiatan UKG. Kesimpang siuran dalam olah tata bahasa yang membuat bingung peserta UKG, karena mereka tidak mengetahui dasar yang membedakan daripada soal tersebut.
Ketika kami diberitahukan bagaimana cara membaca soal dengan baik, dan bagaimana cara membedakan soal yang begitu rumit, dengan jebakan kalimat yang hampir sama. Kami harus mencari kata kuncinya. Dengan demikian kata kunci yang kita dapatkan akan menghasilkan jawaban yang benar, ketelitian dalam membaca membuat salah satu suksesnya menjawab soal pertanyaan.
Selain pembahasan tentang nilai UKG yang rendah, guru diajak berfikir rasionalis kepada siswa-siswinya dalam pembahasan soal, sementara ini kebanyakan dari mereka hanya bermain dengan logika tanpa dipelajari bagaimana cara menjawab suatu permasalahan secara rasional. Seperti salah satu contoh yang dipaparkan oleh narasumber dalam sebuah pertanyaan “Mengapa daun jendela harus dibuka setiap pagi?”, Banyak dari peserta menjawab “karena akan mendapatkan udara segar, ventilasi harus terbuka, agar dapat oksigen yang baik dan lain-lain”, namun semua jawaban dipatahkan secara langsung oleh pemateri tersebut, kebanyakan guru menjawab berdasarkan hanya dengan logika saja, kita buktikan apa jawaban dari narasumber tersebut, setelah pemaparan yang begitu jelas kepada para peserta dan memberikan jawaban yang rasional dan masuk diakal, seperti inilah jawabannya “Karena daun jendela dari kemarin tertutup” itu menandakan jawaban yang sangat rasional. Jawaban yang sangat singkat seperti itulah yang mengolah rasa rasionalisme terhadap fenomena atau keadaan sebenarnya. Betapa terkagumnya kami mendengar jawaban seperti itu, sementara ini kami hanya bermain logika saja, ternyata dibalik itu semua kita diajak untuk berfikir kritis dan rasionalis sesuai dengan keadaan pada saat itu.
Selain materi yang disajikan oleh para narasumber, kami diberikan latihan soal-soal yang harus dijawab dengan cepat, riuh rendah gemuruh begitu terasa, antusias yang sangat memuncak begitu nyata dirasakan, adrenalin keingin tahuan yang begitu tinggi tak terhindarkan lagi, semangat membara menyelesaikan tugas menjawab soal itu dilakukan penuh keiklasan.
Rangsangan positive yang diberikan setiap narasumber begitu terasa dan mengesankan, sehingga membuat kagum seluruh peserta.
Contoh kecil ketika para peserta disuruh menghitung pajak penghasilan yang diberikan oleh narasumber terlihat begitu antusias sekali, dalam hal ini terdapat perwakilan dari guru untuk memberikan jawaban sekaligus menerangkan hasil yang mereka dapatkan. Alhasil salah satu peserta dapat menjawab soal perhitungan PPH dengan baik, jawaban terbaik mendapatkan apresiasi yang begitu baik dari narasumber tersebut.
Materi lainnya yang dihantarkan oleh para narasumber yaitu tentang pendalaman materi Ekonomi Mikro dan Makro serta pendalaman materi Pajak atau OJK. Keseluruhan rangkaian acara dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan keinginan kita semua.
Sebelum acara ditutup pak Abur mengajak peserta untuk menulis di majalah Guneman, dimana majalah tersebut dirintis oleh para guru dan penulisan keseluruhannya pun dari kalangan guru. Sesi terakhir disuguhkan pemutaran video yang membangkitkan semangat perjuangan dari penyandang disabilitas, yang menggugah keharuan. Acara resmi ditutup dan di akhiri oleh ketua FKG KBB Bapak Enang Cuhendi.M.M.Pd.
sumber: https://datidahlianampd.gurusiana.id